Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi
PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima audiensi Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polda Sumsel dengan INKANAS, sekaligus menjadi forum bagi pengurus untuk menyampaikan perkembangan organisasi dan berbagai program pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.
Dalam audiensi tersebut, pengurus INKANAS Sumsel melaporkan bahwa organisasi saat ini membawahi sekitar 39 unit atau ranting dengan total kurang lebih 1.562 karateka. INKANAS Sumsel juga memiliki 200 atlet aktif, 27 pelatih, serta 61 anggota Majelis Sabuk Hitam.
Pengurus turut menyampaikan pelaksanaan Ujian Kenaikan Kyu Semester I Tahun 2026 yang diikuti 321 karateka di lingkungan Brimob. Selain itu, INKANAS Sumsel tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKANAS atau Piala Kapolri yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur.
Pembinaan atlet terus dilakukan melalui Training Center (TC) di Brimob Kelapa yang telah berlangsung selama empat bulan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik INKANAS, Polda Sumsel, serta FORKI Sumsel.
Tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, INKANAS Sumsel juga memaparkan penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembinaan karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental positif generasi muda.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolda Sumsel memberikan apresiasi terhadap perkembangan INKANAS serta dedikasi pengurus dalam membina atlet muda di Sumatera Selatan. Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah positif yang dapat mendorong kemajuan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda.
Pembinaan olahraga, termasuk karate, memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, memiliki semangat berprestasi, serta mampu membawa nama daerah dan organisasi di tingkat yang lebih luas.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dengan organisasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan konstruktif.
“Kami menyambut baik sinergi ini dan siap memberikan dukungan terhadap program pembinaan atlet serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nandang.
Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pengurus organisasi olahraga, dan masyarakat dapat memperkuat pembinaan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda agar berkembang melalui prestasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.
Melalui dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda, Polda Sumsel terus mendorong terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.
Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Foto: Dok. Polda Sumsel.
Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum
Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) terus dilakukan. Upayanya dilakukan mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
“Penanganan karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.
Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan helikopter, drone, maupun tim darat. Tercatat ada 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api hingga Selasa, 8 September 2026. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.
Polda Sumsel disebut terus melakukan inovasi dalam pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari. Hal itu guna memastikan bara api benar-benar padam.
Sandi melanjutkan, Polda Sumsel menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan karhutla). Sebanyak 85 peserta didik (serdik) tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.
Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan
Mereka juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Lalu, diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” ujar Sandi.
HUT Ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Kompetensi & Integritas
Foto: Polda Sumsel
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho saat menghadiri Syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia di Polda Sumsel, hari ini. Dalam sambutannya, ia mendorong seluruh Polwan di Polda Sumsel agar meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.Sandi juga mengapresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polwan, khususnya di lingkungan Polda Sumsel. Ia menyampaikan peringatan Hari Jadi Polwan harus menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian sekaligus mengevaluasi kehadiran Polwan bagi masyarakat dan institusi.
“Dengan mengusung tema One Police Woman, Extraordinary Impact, saya berharap setiap Polwan mampu terus memberikan kontribusi dan dampak positif yang extraordinary, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pengabdian, profesionalisme, integritas, dan keteladanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2026).
Sandi juga mengapresiasi berbagai kegiatan pada Hari Jadi ke-78 Polwan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, edukasi kepada masyarakat hingga kegiatan Polwan Goes to School. Rangkaian kegiatan tersebut dinilainya menjadi bentuk konkret kehadiran Polwan di tengah masyarakat.
Sandi mengatakan peran Polwan saat ini telah berkembang di hampir seluruh fungsi kepolisian. Karena itu, Polwan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap dalam organisasi, tetapi menjadi bagian penting yang turut menyempurnakan pelaksanaan tugas Polri.
“Polwan bukan hanya sebagai pelengkap dalam institusi, tetapi Polwan merupakan sosok yang menjadi penyempurna dalam institusi kepolisian. Kehadirannya membawa ketegasan yang humanis, keberanian yang disertai empati, serta profesionalisme yang membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Sandi juga meminta Polwan terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti belajar di tengah perkembangan tantangan tugas serta teknologi. Integritas, etika dan kehormatan institusi, kata dia, harus tetap menjadi landasan setiap anggota dalam menjalankan tugas.
Ia juga mengingatkan prinsip pelayanan yang selama ini terus ditanamkan di lingkungan Polda Sumsel. Dalam hal ini, masyarakat merupakan pihak yang harus mendapatkan manfaat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
“Jangan menyalahgunakan kewenangan. Ingat bahwa juragan kita adalah rakyat. Oleh karena itu, apa pun yang kita kerjakan, muaranya harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan tugas kita dibuktikan dengan hadirnya rasa aman, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan ini, Sandi juga menyoroti prestasi Polwan dalam berbagai bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, olahraga hingga kiprah di tingkat internasional. Salah satu sosok Polwan berprestasi adalah Ibu Sumy Hastry, seorang Polwan sekaligus dokter yang memiliki keahlian di bidang forensik.
Kiprahnya yang menginspirasi film “Autopsy: Dead Body Can Talk” menjadi salah satu contoh kompetensi yang terus diasah dapat menjadi kunci dalam menghasilkan prestasi dan membantu pengungkapan perkara.
Sandi mengungkapkan kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan meraih prestasi terbuka sama luasnya dengan polisi laki-laki. Karena itu, ia meminta seluruh Polwan tidak merasa pesimistis menghadapi keterbatasan maupun tantangan dalam perjalanan karier.
“Jangan pesimis dengan situasi dan kondisi serta segala keterbatasan yang ada. Yakinlah bahwa semua Polwan mempunyai hak yang sama dengan Polki. Apabila teman-teman mampu, maka akan bisa meraih prestasi seperti halnya yang lainnya,” pesannya.
Sandi pun mengapresiasi inovasi Mobil Senyum yang dijalankan di Ogan Ilir. Program tersebut dikemas melalui patroli Polwan pada waktu pelaksanaan salat Jumat, sekaligus dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan melaksanakan Jumat Curhat.
Kehadiran inovasi tersebut, menurut Sandi, menunjukkan Polwan juga mampu melahirkan kreativitas dalam memberikan pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan di tengah masyarakat.
“Saya sebagai pimpinan di Polda Sumatera Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bisa berkiprah dan berprestasi, baik untuk karier maupun untuk sekolah. Tentunya, tunjukkan prestasimu,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan Polwan juga bertanggung jawab yang tidak ringan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Karena itu, keteladanan para senior Polwan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk tetap profesional tanpa mengabaikan tanggung jawab keluarga.
Sandi pun menggelorakan semangat agar tidak ada kata mundur bagi Polwan dalam meningkatkan kemampuan dan memberikan karya terbaik.
“Tidak ada kata mundur bagi Polwan untuk berprestasi. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk bisa berkompeten. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk memberikan warna terbaik bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sandi menekankan keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Menurutnya, Polwan dan Polki harus menjadi satu kesatuan dengan membangun super team yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
“Kita tidak mungkin menjadi Superman atau Superwoman yang bekerja sendiri dan menganggap semua bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan teman-teman yang bisa membangun superteam, yaitu tim yang kuat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi,” jelasnya.
Semangat tersebut, lanjut Sandi, harus diwujudkan dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan kerja ikhlas dalam menggelorakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Nian.”
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pesan Kapolda menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Polwan memiliki ruang yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik. Kompetensi, integritas dan kepedulian harus terus berjalan beriringan. Harapannya, kehadiran setiap Polwan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” kata Nandang.
Sebagai informasi, Hari Jadi ke-78 Polwan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen setiap Polwan tidak hanya hadir menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif. Melalui kompetensi, keteladanan, empati dan kerja sama dalam superteam, Polwan Polda Sumsel diharapkan terus memberikan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Video Viral di Medsos
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: Dokumentasi Istimewa
JAKARTA – Sebuah video yang beredar di media sosial menjadi perhatian setelah disertai narasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta. Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Informasi tersebut dipublikasikan melalui MediaHub Polri pada 31 Agustus 2026. Dalam unggahannya, Polda Metro Jaya menyoroti adanya postingan video yang beredar dengan narasi yang tidak benar.
Perkembangan teknologi digital membuat penyebaran informasi melalui media sosial berlangsung sangat cepat. Sebuah video dapat dengan mudah dibagikan kembali oleh pengguna tanpa terlebih dahulu memastikan sumber, konteks maupun kebenaran informasi yang menyertainya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebuah konten visual dapat digunakan untuk membangun narasi yang berbeda dari kejadian sebenarnya. Terlebih, masyarakat kerap menjadikan video yang beredar di media sosial sebagai rujukan informasi tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam materi yang dipublikasikan Polda Metro Jaya, pemeriksaan menggunakan AI Image Detector turut dilakukan terhadap konten yang beredar. Hasil pemeriksaan tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada konten visual yang perlu dicermati sebelum informasi tersebut dipercaya atau disebarluaskan.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis ketika menerima informasi yang berasal dari media sosial. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa sumber asli video, memperhatikan waktu dan lokasi kejadian, serta membandingkannya dengan informasi dari sumber resmi.
Kehati-hatian menjadi semakin penting ketika sebuah video disertai narasi yang provokatif, menimbulkan kepanikan atau berpotensi menggiring opini publik. Narasi yang melekat pada sebuah video belum tentu menggambarkan konteks sebenarnya dari gambar atau rekaman tersebut.
Polda Metro Jaya melalui publikasi tersebut turut mengingatkan pentingnya kecermatan dalam menyikapi informasi digital. Masyarakat diharapkan tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi keliru dengan langsung membagikan konten yang belum terverifikasi.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan melakukan verifikasi menjadi bagian penting dari literasi digital. Setiap pengguna media sosial memiliki peran untuk menjaga ruang digital tetap sehat dengan menyebarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga dapat menggunakan sumber informasi resmi sebagai pembanding ketika menemukan konten yang meragukan. Dengan demikian, informasi yang diterima tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum melalui proses pengecekan.
Peredaran video dengan narasi tidak benar menunjukkan bahwa masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai bentuk informasi digital. Tidak semua konten yang terlihat meyakinkan di media sosial dapat langsung dipercaya.
Karena itu, sebelum menekan tombol bagikan, masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang diterima. Sikap kritis dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi keliru di ruang digital.
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.
Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.
Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.
Ungkap Fakta Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.
Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.
Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.
Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.
Polda Metro Jaya Ingatkan Masyarakat Bijak Menyikapi Video di Media Sosial
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
Sumber: dokumentasi istimewa
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin cepat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi. Salah satunya terhadap video yang disertai narasi tertentu, tetapi belum diketahui kebenarannya.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di ruang digital. Pemeriksaan terhadap sebuah video yang beredar menunjukkan adanya indikasi bahwa video tersebut merupakan hasil ciptaan atau modifikasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memperhatikan konteks, serta membandingkannya dengan keterangan dari sumber resmi.
Sikap bijak dalam bermedia sosial juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru menyebarkan ulang konten yang belum jelas. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga ruang digital tetap informatif, nyaman, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat melalui kanal resmi kepolisian maupun lembaga terkait. Dengan meningkatkan literasi digital dan membangun kebiasaan memeriksa informasi, setiap pengguna media sosial turut berperan dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat.
Pada akhirnya, kehati-hatian dalam menerima informasi bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap orang lain. Mari bersama-sama menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga suasana ruang digital yang positif.
Polda Metro Jaya Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)
Polda Metro Jaya menemukan sejumlah video terkait kasus Sutrimo yang beredar di media sosial ternyata merupakan konten hasil manipulasi atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebab, di tengah proses penyidikan, beredar pula video amatir yang justru dapat membantu polisi mengungkap rangkaian peristiwa.
Menurut Budi, penyidik berterima kasih kepada masyarakat yang mengunggah video amatir yang benar-benar merekam peristiwa terkait kasus Sutrimo. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
“Polda Metro Jaya berterima kasih terkait adanya unggahan video amatir terkait peristiwa. Itu salah satu proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum,” kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).
Namun, polisi tidak bisa begitu saja memercayai seluruh rekaman yang beredar. Budi menyebut sebagian video terindikasi sebagai hoaks, misinformasi, hingga konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.
Baca Juga:
Nama Febrio Masuk Radar Penyidik di Kasus Sutrimo, Polisi: Akan Kita Dalami
“Banyak video yang sebenarnya sesuai fakta dan peristiwa, tapi dibuat AI generated,” ujarnya.
Karena itu, penyidik melakukan analisis dan verifikasi terhadap video-video yang beredar untuk memilah rekaman yang relevan dengan kejadian sebenarnya.
Budi menegaskan konten yang beredar di media sosial tidak akan langsung dijadikan dasar penyidikan sebelum melalui proses pemeriksaan.
“Penyidik tidak akan terganggu oleh berita hoaks, makanya sudah kita stamp, berita hoaks, misinformasi, AI generated, tetapi informasi ini masih kita analisis terkait video tersebut,” kata Budi.
Menurutnya, penyaringan tersebut penting karena video amatir yang autentik dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebaliknya, rekaman yang telah dimanipulasi berpotensi menyesatkan publik dan mengganggu proses pengungkapan perkara.
Baca Juga:
Rusuh 27 Agustus Belum Usai Diusut, Polisi Kejar Aktor di Balik Layar
Budi mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat. Hasilnya nantinya akan disampaikan oleh dokter Labfor bersama tim dokter forensik dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dengan demikian, penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan pemeriksaan forensik, tetapi juga menyisir berbagai bukti visual yang beredar di media sosial.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memercayai video yang viral. Keaslian, sumber, dan konteks rekaman tetap perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai informasi terkait kasus Sutrimo.